Rabu, 18 April 2012

peralatan pipa lengkap

Peralatan Pipa
·         Adapun peralatan pipa yang digunakan adalah :
a. Pemotong pipa
        Digunakan untuk memotong pipa agar potongan menjadi rata dan pipa tetap bulat serta tidak ada retakan, hal ini penting diperhatikan agar pada saat pipa diflair atau diswage pipa tidak mengalami pecah dan hasilnya baik.

b. Pemotong pipa kapiler
        Digunakan untuk memotong pipa yang berukuran kecil seperti pipa kapiler. Hal ini ditujukan agar penampang pipa yang kecil tetap bulat dan tidak tersumbat ketika dipotong

c. Pembengkok pipa
        Digunakan untuk melengkungkan pipa tembaga agar penampang pipa pada belokan tidak berubah

d. Alat untuk flaring dan swaging
       Digunakan untuk menyambung pipa dengan niple atau pipa lain dengan cara membesarkan ujung pipa.

e. Tang Penusuk
       Digunakan untuk melubangi pipa berisi refrigeran dengan tujuan mengambil refrigeran. Tang ini dilengkapi dengan jarum berlubang di dalam selubung karet, ketika dijepitkan ke pipa, jarum akan melubangi pipa.

f. Alat Pierching
       Digunakan untuk membuat lubang pada pipa sistem mesin pendingin sedemikian rupa sehingga refrigeran dalam sistem dapat tersalur ke tabung penyimpanan

g. Tang penjepit
       Digunakan untuk menjepit pipa berisi refrigeran sebelum pipa tersebut dipotong

h. Alat Brazing
       Digunakan untuk menyambung pipa atau menutup kebocoran. Pipa yang akan disambung biasanya dipanaskan di atas temperatur material pengisi tetapi masih di bawah titik leleh material pipa (antara 600 – 800 oC). Pemanasan dilakukan dengan semburan api obor hasil pembakaran bahan bakar dengan oksigen atau udara
Pipa kapiler dan Fungsinya
Pipa kapiler adalah suatu pipa pada mesin pendingin baik itu Air conditioner,kulkas dll. Pipa kapiler ini adalah pipa yang paling kecil jika di banding dengan pipa lainnya, untuk pipa kapiler suatu frezzer atau dispenser berukuran 0,26" s/d 0,31" sedangkan untuk pipa kapiler AC 1/2 s/d 2 pk adalah 0,5" s/d 0,7".

           Kerusakan pada pipa kapiler di mesin pendingin ini biasanya di sebabkan karena pipa kapiler ini mengalami kebuntuan akibat kotoran yang masuk dan juga oli. Gas Refrigerant yang keluar dari kompresor telah menjadi gas yang bertekanan kemudian mengalir melalu pipa-pipa kondensor (out door) dan melewati proses penyaringan yang biasa di sebut Drier strainer setelah itu baru menuju pipa kapiler. panjang pipa kapiler yang di butuhkan pada mesin pendingin ialah 80 - 100 cm.

          Penempatan pipa kapiler ini biasanya di gulung untuk menghemat tempat dengan menggunakan mal kapasitor bekas agar tidak penyek (di gulung melingkar). Pipa kapiler berfungsi sebagai alat untuk menurunkan tekanan, merubah bentuk dari gas menjadi bentuk cairan dan mengatur cairan refrigerant yang berasal dari pipa pipa kondensor. Sebelum gas refrigerant masuk melewati pipa kapiler terlebih dahulu harus melalui alat yang di sebut drien strainer yaitu saringan gas yang sudah terpasang dari pabrikan mesin pendingin. Fungsi dari drier stariner ialah menyaring dan menerap debu yang akan masuk ke ruang pipa kapiler dan ke jalur pipa yang menuju evaporator indoor. Pipa kapiler ini hukumnya WAJIB bukan SUNNAH bila pada saat pengggantian kompresor karena beberapa kali hasil survey bila tidak di ganti tetap akan mengalami kebuntuan kecuali anda mau melakukan pengerjaan FLUSHING dengan bantuan R11.





Kebocoran Refrigran Mesin Pendingin

Kebocoran refrigran yang terjadi pada mesin pendingin menyebabkan mesin pendingin tidak dingin lagi. Ciri-ciri mesin pendingin yang bocor diantaranya: keluarnya oli dari permukaan pipa yang dilalui refrigran, terdapat karat biasanya berwarna hijau pada pipa yang dilalui refrigran, terlihan gelembung ketika pipa diberi tekanan dan diraba dengan busa sabun. Berikut ini adalah cara untuk memperbaiki kebocoran mesin pendingin:
          Mencari sumber kebocoran dengan cara memisahkan semua komponen mesin pendingin (kompresor, kondensor, filter, expansi, evaporator, dan akumulator) kemudian untuk kondensor & evaporator pasang nepel/dop pada ujungnya (menggunakan las) kemudian ujung yang satunya ditutup/dibuntu (menggunakan las), setelah itu pasang selang manifold (alat pengukur tekanan) berwarna merah pada nepel/dop kemudia pasang selang kuning pada tabung refrigran (gunakan refrigran yang sama dengan aslinya mesin pendingin) kemudian tutup keran biru dan buka keran merah pada manifold & keran tabung refrigran sampai tekanan 100 psi sampai 300 ps, kemudian tutup keran merah pada manifold & keran tabung refrigran, setelah itu raba semua bagian dengan busa sabun/direndam dalam air seperti tambal ban sampai ketemu kebocorannya, setelah ketemu kebocorannya buang refrigran yang tersisa dalam kondensor & evaporator lalu tambal kebocoran dengan bahan yang sesuai dengan logam bahan dasar kondensor & evaporator. Dan untuk filter, expansi, dan akumulator sebaiknya diganti.
Setelah selesai penambalan buka ujung kondenror & evaporator menggunakan pemotong pipa lalu bersihkan kondensor & evaporator dengan cara memasukkan R-11 (berbentuk cair sehingga pada saat memasukkannya ke kondensor & evaporator tabung R-11 harus terbalik agar R-11 dapat mengalir) melalui manifold posisi sama seperti saat memberi tekanan, kemudian setelah R-11 dimasukkan kurang lebih 1 ons tutup keran tabung R-11 lalu lepas selang yang ada pada tabung R-11 ke tabung refrigran yang sama dengan aslinya, buka keran pada tabung refrigran sehingga R-11 keluar bersama uap air dan kotoran, lakukan berulang-ulang sampai bersih setelah itu sambung kembali semua bagian seperti awal, kemudia setelah terpasang dari bagian yang ada napel/dop (nepel/dop letaknya tergantung jenisnya) pasang selang biru manifold pada nepel/dop dan selang kuning pada mesin vakum, tutup keran merah dan buka keran biru kemudian hidupkan mesin vakum hingga jarum manifold menunjuk -30 psi kemudian tutup keran biru dan matikan mesin vakum, setelah itu pindah selang biru ke tabung refrigran yang sama dengan aslinya dan buka keran biru dan keran tabung hingga jarum menunjuk isi normal dari mesin pendingin kemudian hidupkan mesin pendingin dan lakukan hal tersebut sampai batas normal pengisian refrigran. Demikianlah cara memperbaiki kebocoran pada mesin pendingin.

Macam Sambungan Perpipaan :

Sambungan perpipaan dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Sambungan dengan menggunakan pengelasan
2. Sambungan dengan menggunakan ulir

       Selain sambungan seperti diatas terdapat pula penyambungan khusus dengan menggunakan pengeleman (perekatan) serta pengkleman (untuk pipa plsatik dan pipa vibre glass). Pada pengilangan umumnya pipa bertekanan rendah dan pipa dibawah 2" sajalah yg menggunakan sambungan ulir.

Tipe sambungan cabang:
Tipe sambungan cabang (branch connection)dapat dikelompokkan sbb:
1. Sambungan langsung (stub in)
2. Sambungan dengan menggunakan fittings (alat penyambung)
3. Sambungan dengan menggunakan flanges (flens-flens)
Tipe sambungan cabang dapat pula ditentukan pada spesifikasi yg telah dibuat sebelum mendesain atau dapat pula dihitung berdasarkan perhitungan kekuatan, kebutuhan, dengan tidak melupakan faktor efektifitasnya. Sambungan cabang itu sendiri merupakan sambungan antara pipa dengan pipa, misal sambungan antara header dengan cabang yg lain apakah memerlukan alat bantu penyambung lainnya atau dapat dihubungkan secara langsung, hal ini tergantung kebutuhan serta perhitungan kekuatan.

Diameter, Ketebalan, Schedule :
Spesifikasi umum dapat dilihat pada ASTM (American Society of Testing Materials).Dimana disitu diterangkan mengenai Diameter, Ketebalan serta schedule pipa. Diameter Luar (Outside Diameter), ditetapkan sama walaupun ketebalan (thickness)berbeda untuk tiap schedule. Diameter dalam (Inside Diameter), ditetapkan berbeda untuk setiap schedule. Diameter Nominal adalah diameter pipa yg dipilih untuk pemasangan ataupun perdagangan (commodity). Ketebalan dan schedule, sangatlah berhubungan, hal ini karena ketebalan pipa tergantung daripada schedule pipa itu sendiri.
Schedule pipa ini dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Schedule 5, 10 , 20, 30, 40, 60, 80, 100, 120, 160.
2. Schedule standard
3. Schedule Extra strong (XS)
4. Schedule double Extra Strong (XXS)
5. Schedule special
Perbedaan-perbedaan schedule ini dibuat guna :
1. Menahan internal pressure dari aliran
2. Kekuatan dari material itu sendiri (Strength of material)
3. Mengatasi karat
4. Mengatasi kegetasan pipa.
Untuk melihat ukuran diameter, ketebalan, dan schedule dapat dipelajari tabel-tabel
Alat-alat khusus: Alat-alat khusus dalam bab ini hanya membicarakan mengenai saringan (strainer) dan alat perangkap uap (steam Trap)
Saringan (strainer)
saringan (strainer) gunanya adalah sebagai alat penyaring kotoran baik yg berupa padat, cair atau gas. Alat penyaring ini digunakan pada jalur pipa guna menyaring kotoran pada aliran sehingga aliaran yg akan diproses atau hasil proses lebih baik mutunya.
Tipe-tipe alat penyaring ini dapat dibagi menjadi :
1. Tipe T. Tipe ini digunakan secara umum untuk memperluas ruang dan meredusir tekanan pada jalur pipa
2. Tipe Y
3. Tipe sementara
4. Tipe datar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar