Sabtu, 28 April 2012

komponen perancangan rem


komponen perancangan rem 

Rem merupakan salah satu komponen mesin mekanik yang sangat vital keberadaannya. Adanya rem memberikan gaya gesek pada suatu massa yang bergerak sehingga berkurang kecepatannya atau berhenti. Pemakaian rem banyak ditemui pada sistem mekanik yang kecepatan geraknya berubah-ubah seperti pada roda kendaraan bermotor, poros berputar, dan sebagainya. Berarti dapat disimpulkan bahwa fungsi utama rem adalah untuk menghentikan putaran poros, mengatur putaran poros, dan juga mencegah putaran yang tidak dikehendaki. Efek pengereman secara mekanis diperoleh dengan gesekan, dan secara listrik dengan serbuk magnit, arus pusar, fasa yang dibalik atau penukaran kutup, dan lain-lain.
Pada umumnya sebuah rem mempunyai komponen – komponen sebagai berikut :
  • Backing plate
  • Silinder penyetel sepatu rem
  • Sepatu rem
  • Pegas pembalik
  • Kanvas rem
  • Silinder roda
  • Drum rem
Dimana penjelasan masing-masing komponen  tersebut diterangkan di bawah ini.
  • Backing plate
Terbuat dari plat baja yang dipress. Backing plate bagian belakang diikat dengan baut pada real axle housing dan backing plate bagian depan diikat dengan baut pada steering knuckle. Sepatu rem dipasangkan pada backing plate yang mana bila terjadi pengereman akan bekerja pada backing plate. Selain sepatu rem juga silinder roda, anchorpin, mekanisme rem tangan dipasangkan pada backing plate.
  • Silinder penyetel sepatu rem
Silinder penyetel sepatu rem berfungsi menjamin ujung sepatu rem dan untuk penyetelan renggang antara sepatu dengan drum. Pada beberapa macam rem, sebagai pengganti silinder penyetel sepatu, anchor pin dan kam penyetel sepatu digunakan secara terpisah.
  • Sepatu rem
Sepatu rem berbentuk busur yang disesuaikan dengan lingkaran drum dan dilengkapi dengan kanvas yang dikeling ataupun direkatkan pada bagian permukaan dalam sepatu rem. Salah satu ujung sepatu rem dihubungkan pada anchor pin atau pada baut silinder penyetel sepatu rem. Ujung lainnya dipasangkan pada roda silinder yang berfungsi untuk mendorong sepatu ke drum dan juga sepatu rem ini berhubungan dengan mekanisme rem tangan.
  • Pegas pembalik
Pegas-pegas pembalik berfungsi untuk menarik kembali sepatu rem pada drum ketika pijakan rem dibebaskan. Satu atau dua buah pegas pembalik biasanya dipasang dibagian sisi silinder roda.
  • Kanvas rem
Kanvas rem dipasangkan pada sepatu rem untuk menambah tenaga gesek pada drum. Bahan yang digunakan adalah asbes dengan tembaga atau campuran plastik untuk untuk memperoleh tahan panas yang tinggi dan tahan aus. Pada beberapa macam rem, terdapat perbedaan bahan kanvas rem yang dipasangkan pada sepatu pertama dan sepatu kedua. Kanvas ini dapat diganti jika sudah mengalami aus.
  • Silinder roda
Silinder roda yang terdiri dari body dan torak, berfungsi untuk mendorong sepatu rem ke drum dengan adanya tekanan hidrolik yang dipindahkan dari master silinder. Satu atau dua silinder roda digunakan pada tiap satu unit rem, tergantung dari modelnya. Ada dua macam silinder roda; yang satu bekerja pada sepatu rem pada kedua arah, dan satunya lagi gerakannya hanya pada satu arah saja.
  • Drum rem
Drum rem pada umumnya dibuat dari besi tuang. Drum rem ini dipasangkan hanya diberi sedikit renggang dengan sepatu rem dan drum yang berputar bersama roda. Bila rem ditekan maka kanvas rem akan menekan terhadap permukaan dalam drum, mengakibatkan terjadinya gesekan dan menimbulkan panas pada drum cukup tinggi (200°C-300°C). Karena itu, untuk mencegah drum ini menjadi terlalu panas ada semacam drum yang di sekeliling bagian luarnya diberi sirip yang terbuat dari paduan alumunium yang mempunyai daya hantar panas yang tinggi. Permukaan drum rem dapat menjadi tergores ataupun cacat, tetapi hal ini dapat diperbaiki dengan jalan dibubut bila goresan itu tidak terlalu dalam.

pengetahuan rem angin


REM  ANGIN

     SEJARAH penemuan rem angin Westinghouse ini cukup sederhana. Pada suatu hari Westinghouse mengadakan perjalanan dengan kereta api dan mengalami keterlambatan beberapa jam. Penyebabnya, dua kereta api telah bertabrakan dan memblokir rel yang akan dilalui. Atas kejadian itu,Westinghouse menjadi tertarik untuk menciptakan suatu sistem rem kereta api yang relatif aman. Ia mempunyai gagasan rem itu harus praktis. Cukup digerakkan seorang masinis dari dalam lokomotif. Selain itu, dalam pikirannya rem kereta api harus bekerja efektif. Artinya, rem tersebut ketika bekerja dapat menghentikan lokomotif dan rangkaian gerbong seketika.
Gagasan itu akhirnya diwujudkannya setelah ada membaca artikel dari suatu majalah. Sebetulnya artikel itu menceritakan tentang penggunaan udara yang dimampatkan untuk menjalankan bor pemecah batuan di pegunungan Alpen di Swiss. Tepatnya, pekerja yang menggunakan bor berada di dalam sebuah terowongan, sedangkan kompresor yang menyediakan udara bertekanan tinggi berada di mulut terowongan yang letaknya sekitar satu kilometer jauhnya. Kemudian ia berpendapat kalau tenaga udara yang dimampatkan dapat juga dipergunakan secara efektif untuk menjalankan rem kereta api sebagai pengganti tenaga manusia. Baru pada tahun 1868, ia menemukan rem angin yangmenjadi cita-citanya. Tetapi, rem Westinghouse ini tentu masih harus menjalani pengujian lebih dahulu.

Singkatnya, pada suatu hari sebuah kereta api yang dilengkapi dengan sistem rem Westinghouse meluncur cepat keluar dari sebuah terowongan. Masinis yang ada di lokomotif mendadak melihat sebuah gerbong menghadang tidak jauh dari mulut terowongan. Ia berpendapat, suatu tabrakan tidak dapat dihindarkan lagi. Dalam keadaan kalut, ia membunyikan peluit lokomotif sebagai tanda bagi tukang rem untuk menjalankan tugasnya dengan segera. Di samping itu, ia menggerakkan sebuah tuas yang menjalankan rem anginWestinghouse.



Hasilnya, seluruh kereta api berhenti seketika hanya beberapa meter dari gerbong yang menghadang, sehingga terhindarlah suatu kecelakaan tersebut.
Pokoknya, sistem kerja rem angin Westinghouse itu sangat efektif. Dari kejadian inilah, akhirnya rem angin Westinghuose digunakan secara luas, baik untuk kereta api maupun untuk keperluan rem kendaraan-kendaraan berat yang lainnya, seperti truk dan bus. Jadi, atas jasa GeorgeWestinghouse itulah, kita merasa nyaman dalam menggunakan kendaraan-kendaraan berat, termasuk dalam dunia perkeretaapian.

B. KEUNTUNGAN PEMAKAIAN REM ANGIN

a. Merupakan media/fluida kerja yang mudah didapat dan mudah diangkut
1. udara dimana saja tersedia dalam jumlah yang tak terhingga.
2. saluran-saluran balik tidak diperlukan karena udara bekas dapat dibuang bebas ke atmosfir, sistem elektrik dan hidrolik memerlukan saluran balik.
3. udara bertekanan dapat diangkut dengan mudah melalui saluran-saluran dengan jarak yang besar, jadi pembuangan udara bertekanan dapat dipusatkan dan menggunakan saluran melingkar semua pemakai dalam satu perusahan dapat dilayani udara bertekanan dengan tekanan tetap dan sama besarnya. Melalui saluran-saluran cabang dan pipa-pipa selang, energi udara bertekanan dapat disediakan dimana saja dalam perusahaan.



b. Dapat disimpan dengan mudah

1. sumber udara bertekanan ( kompresor ) hanya menyerahkan udara bertekanan kalau udara bertekanan ini memang digunakan. Jadi kompresor tidak perlu bekerja seperti halnya pada pompa peralatan hidrolik.
2. pengangkutan ke dan penyimpanan dalam tangki-tangki penampung juga dimungkinkan.
3. suatu daur kerja yang telah dimulai selalu dapat diselesaikan, demikian pula kalau penyediaan listrik tiba-tiba dihentikan.

c. Bersih dan kering

1. udara bertekanan adalah bersih. Kalau ada kebocoran pada saluran pipa, benda-benda kerja maupun bahan-bahan disekelilingnya tidak akanmenjadi kotor.
2. udara bertekanan adalah kering. Bila terdapat kerusakan pipa-pipa tidak akan ada pengotoran-pengotoran, bintik minyak dan sebagainya.


2

3. dalam industri pangan, kayu, kulit, dan tenun serta pada mesin-mesin pengepakan hal yang memang penting sekali adalah bahwa peralatan tetap bersih selama bekerja.

d. Tidak peka terhadap suhu

1. udara bersih ( tanpa uap air) dapat digunakan sepenuhnya pada suhu-suhu yang tinggi atau pada nilai-nilai rendah, jauh di bawah titik beku ( masing-masng panas atau dingin )
2. udara bertekanan juga dapat digunakan pada tempat-tempat yang sangat panas, misalnya untuk pelayanan tempa tekan, pintu-pintu dapur pijar, dapur pengerasan atau dapur lumer.
3. peralatan-peralatan atau saluran-saluran pipa dapat digunakan secara aman dalam lingkungan yang panas sekali, misalnya pada industri-industri baja atau bengkel-bengkel tuang ( cor ).

e. Aman terhadap kebakaran dan ledakan

1. keamanan kerja serta produksi besar dari udara bertekanan tidak mengandung bahaya kebakaran maupun ledakan.
2. dalam ruang-ruang dengan resiko timbulnya kebakaran atau ledakan atau gas-gas yang dapat meledak dapat dibebaskan, alat-alat pneumatik dapat digunakan tanpa dibutuhkan pengamanan yang mahal dan luas. Dalam ruang seperti itu kendali elektrik dalam banyak hal tidak diinginkan.

f. Tidak diperlukan pendinginan fluida kerja

1. pembawa energi ( udara bertekanan ) tidak perlu diganti sehingga untuk ini tidak dibutuhkan biaya. Minyak setidak-tidaknya harus diganti setelah 100 sampai 125 jam kerja.

g. Rasional ( Menguntungkan )

1. pneumatik adalah 40 sampai 50 kali lebih murah daripada tenaga otot. Hal ini sangat penting pada mekanisasi dan otomatisasi produksi.
2. komponen-komponen untuk peralatan pneumatik tanpa pengecualian adalah lebih murah jika dibandingkan dengan komponen-komponen peralatan hidrolik.

h. Kesederhanaan ( Mudah Pemeliharan )

1. karena konstruksi sederhana, peralatan-peralatan udara bertekanan hampir tidak peka gangguan.
2. gerakan-gerakan lurus dilaksanakan secara sederhana tanpa komponen mekanik, seperti tuas-tuas, eksentrik, cakera bubungan , pegas, poros sekrup dan roda gigi.


3. komponen-komponennya dengan mudah dapat dipasang dan setelah dibuka dapat digunakan kembali untuk penggunaan-penggunaan lainnya.


i. Aman

1. sama sekali tidak ada bahaya dalam hubungan penggunan pneumatik, juga tidak jika digunakan dalam ruang-ruang lembab atau udara luar. Pada alat-alat elektrik ada bahaya hubungan singkat.

j. Dapat dibebani lebih

Alat-alat udara bertekanan dan komponen-komponen berfungsi dapat ditahan sedemikian rupa hingga berhenti. Dengan cara ini komponen-komponen akan aman terhadap pembebanan lebih. Komponen-komponen ini juga dapat di rem sampai keadaan berhenti tanpa kerugian.
1. pada pembebanan lebih alat-alat udara bertekanan memang akan berhenti, tetapi tidak akan mengalami kerusakan. Alat-alat listrik terbakar pada pembebanan lebih.
2. suatu jaringan udara bertekanan dapat diberi beban lebih tanpa rusak.
3. silinder-silinder gaya tak peka pembebanan lebih dan dengan menggunakan katup-katup khusus maka kecepatan torak dapat disetel tanpa bertingkat.

k. Biaya pemasangan murah

1. mengembalikan udara bertekanan yang telah digunakan ke sumbernya ( kompresor ) tidak perlu dilakukan. Udara bekas dengan segera mengalir keluar ke atmosfir, sehingga tidak diperlukan saluran-saluran balik, hanya saluran masuk saja.
2. suatu peralatan udara bertekanan dengan kapasitas yang tepat, dapat melayani semua pemakai dalam satu industri. Sebaliknya, pengendalian-pengendalian hidrolik memerlukan sumber energi untuk setiap instalasi sendiri ( motor dan pompa ).

Supaya saat pengereman tidak mengeluarkan tenaga yang besar, maka dibuatlah suatu sistem pengereman yang memakai tenaga tekanan udara, pesawat ini disebut pesawat rem tekanan udara atau lebih dikenal rem angin atau rem pneumatik. Sistem rem angin dilengkapi dengan sebuah kompresor, gunanya untuk menghasilkan udara kompresi. Kompresor itu digerakkan oleh mesin kendaraan.

Rabu, 18 April 2012

Complete pipeline equipment

Complete pipeline equipment• The pipeline equipment used are:a. Pipe cutter
        
Used to cut the pipe so the pipe pieces to be flat and round and still no cracks, it is important to note that when the pipe or diswage diflair pipes are broken and the results are not good.
b. Capillary tube cutter
        
Used to cut the pipe that is small as the capillary tube. It is intended that the pipe is smaller still round and not clogged when cut
c. Pipe bending
        
Used to bend copper tubing to the pipe at the bend does not change
d. Tool for flaring and swaging
       
Used to connect the pipe with another pipe niple or by raising the tip of the pipe.
e. Tang Pricker
       
Vent pipe is used for the purpose of removing the refrigerant containing refrigerant. Tang is equipped with a hollow needle in a rubber sheath, when it clamped to the pipe, the needle will puncture the pipe.
f. Pierching tool
       
Used to make holes in the engine cooling system pipe such that the refrigerant in the system can be channeled into the storage tube
g. Pliers clamp
       
Used to clamp the pipe before the pipe containing refrigerant is cut
 
h. Brazing tool
       
Used to connect pipes or closing the leak. Pipe to be jointed are usually heated above the temperature of filler material, but still below the melting point of the pipe material (between 600-800 ° C). Heating is carried out with the torch flame burning fuel with oxygen or airCapillary tube and FunctionsCapillary tube is a pipe at the water cooler good conditioner, refrigerator, etc.. This capillary tube is the smallest pipe when compared with other pipes, for a capillary tube or dispenser frezzer measuring 0.26 "s / d 0.31" while for the capillary tube AC ​​1/2 s / d 2 pk is 0, 5 "s / d 0.7".

           
Damage to the capillary tube in the engine coolant is usually caused due to the capillary tube is deadlocked due to the incoming dirt and oil. Refrigerant gas coming out of the compressor has become a pressurized gas then flows through the pipes condenser (out door) and passes the screening process is commonly called Drier strainer afterwards towards the capillary tube. capillary length is needed on the engine coolant is 80-100 cm.

          
The placement of the capillary tube is usually in rolls to save space by using a capacitor used to avoid the mall penyek (in a circular roll). Capillary tube serves as a means to lower the pressure, changing the shape of the gas into liquid form and set the liquid refrigerant from the condenser piping. Before you refrigerant gas entering through the capillary tube should advance through the tool is called Drien strainer filters which are mounted gas from cooling the engine manufacturer. Stariner is a function of the filter drier and apply the dust to be entered into the capillary tube and into the pipe line to the indoor evaporator. This capillary tube is not Sunnah if legal MANDATORY when pengggantian compressor as a couple of times in the survey results did not change when it will get stuck unless you want to work with the help of R11 FLUSHING.




Engine coolant leak RefrigranRefrigran leaks that occurred in the engine causing the engine cooling air is not cold anymore. The characteristics of the engine coolant is leaking include: discharge of oil from the surface of the pipe through which refrigran, there are usually green rust in the pipes through which refrigran, terlihan bubble when the pipe is pressurized and touched with soap foam. Here is a way to fix the engine coolant leaks:
          
Finding the source of leakage by separating all the components of the engine cooling (compressors, condensers, filters, expansion, evaporator, and accumulator) then to the condenser and evaporator pairs nepel / light bulb at the tip (using welding) and then the other end is closed / dibuntu (using welding) , then plug the hose manifold (gauge pressure) at nepel red / yellow light bulb later attach the hose to the tube refrigran (use refrigran the same as the original cooler) and then close the faucet and open the blue-red taps on the manifold and tap the tube until the pressure refrigran 100 psi to 300 ps, ​​and then close the tap on the manifold and tap the red refrigran tube, after it touched all the parts with soap suds / immersed in water such as tire until you find the leak, after the leak see refrigran waste remaining in the condenser and evaporator and then patched the leak with the appropriate material to the metal base material condenser & evaporator. And to filter, expansion, and accumulator should be replaced.When finished filling open end kondenror & evaporator using pipe cutter and then clean the condenser and evaporator by entering the R-11 (liquid form so that when put to the condenser and evaporator tubes R-11 should be reversed so that the R-11 can flow) through the manifold at a position such as pressure, then after the R-11 is inserted approximately 1 ounce tube close the tap and then remove the R-11 hose that exist in the R-11 tube to tube refrigran the same as the original, open the tap on the tube so that the R-11 refrigran out together moisture and dirt, do it over and over until it's clean after reconnect all the parts like the beginning, after the later of the existing installed napel / dop (nepel / dop location depending on the species) pairs of hose manifold on nepel blue / yellow on the light bulb and hose vacuum machine, close the faucet and open the red-blue faucet and turn the engine manifold vacuum to the needle pointed to -30 psi and then tap the blue cap and turn off the engine vacuum, and then move the blue hose to the tube refrigran the same as the original blue and open the tap and tap the tube until needle pointing normal contents of the cooler and then turn the engine coolant and do so until the normal charging refrigran. So how to fix a leak in the engine coolant.
Piping Connection kind:
Piping connections can be grouped as follows:A. Connection with the use of welding2. Connection by using screw

       
In addition to the above there is a connection as well as a special connection with the use of gluing (gluing) and pengkleman (for pipes and pipe vibre plsatik glass). In the low-pressure pipe is generally refining and pipe below 2 "threaded connections that use alone.
Branch connection type:Connection type branch (branch connection) can be grouped as follows:A. Direct connection (stub in)2. Connection with the use of fittings (appliance connector)3. Connection with the use of flanges (flange-flange)Types of branch connections can also be determined on the specifics of which have been made prior to design or can be calculated based on the calculation of the strength, needs, by not forgetting factor of effectiveness. Is itself a branch connection between the pipe with a pipe connection, eg the connection between the header with the other branch does need a tool other connective or can be connected directly, it depends on the needs and strength calculations.
Diameter, thickness, Schedule:General specifications can be seen on the ASTM (American Society of Testing Materials). Where there is explained about the diameter, thickness and pipe schedule. Outside Diameter (Outside Diameter), set at even thickness (thickness) is different for each schedule. In diameter (Inside Diameter), defined differently for each schedule. Nominal diameter of pipe diameter which is selected for installation or trade (commodity). Thickness and the schedule, it is relate, this is because the thickness of the pipe depending on the schedule than the pipe itself.Schedule pipe can be grouped as follows:A. Schedule 5, 10, 20, 30, 40, 60, 80, 100, 120, 160.2. Standard Schedule3. Schedule Extra strong (XS)4. Schedule double Extra Strong (XXS)5. Schedule specialThese differences are made to the schedule:A. Withstand internal pressure of the flow2. The strength of the material itself (Strength of material)3. Overcome the rust4. Overcome the brittleness of the pipe.To see the size of the diameter, thickness, and the schedule can be learned tablesSpecial tools: Special tools in this chapter only talks about sieve (strainer) and steam trap equipment (steam trap)Sieve (strainer)sieve (strainer) is useless as a tool which filters impurities either in the form of solid, liquid or gas. This screening tool is used in pipelines to filter out impurities in the stream so that will be processed aliaran or better process quality results.These types of filter devices can be divided into:A. Type T. This type is used generally to expand the space and reduced the pressure in the pipeline2. Type Y3. Type of temporary4. Flat type

peralatan pipa lengkap

Peralatan Pipa
·         Adapun peralatan pipa yang digunakan adalah :
a. Pemotong pipa
        Digunakan untuk memotong pipa agar potongan menjadi rata dan pipa tetap bulat serta tidak ada retakan, hal ini penting diperhatikan agar pada saat pipa diflair atau diswage pipa tidak mengalami pecah dan hasilnya baik.

b. Pemotong pipa kapiler
        Digunakan untuk memotong pipa yang berukuran kecil seperti pipa kapiler. Hal ini ditujukan agar penampang pipa yang kecil tetap bulat dan tidak tersumbat ketika dipotong

c. Pembengkok pipa
        Digunakan untuk melengkungkan pipa tembaga agar penampang pipa pada belokan tidak berubah

d. Alat untuk flaring dan swaging
       Digunakan untuk menyambung pipa dengan niple atau pipa lain dengan cara membesarkan ujung pipa.

e. Tang Penusuk
       Digunakan untuk melubangi pipa berisi refrigeran dengan tujuan mengambil refrigeran. Tang ini dilengkapi dengan jarum berlubang di dalam selubung karet, ketika dijepitkan ke pipa, jarum akan melubangi pipa.

f. Alat Pierching
       Digunakan untuk membuat lubang pada pipa sistem mesin pendingin sedemikian rupa sehingga refrigeran dalam sistem dapat tersalur ke tabung penyimpanan

g. Tang penjepit
       Digunakan untuk menjepit pipa berisi refrigeran sebelum pipa tersebut dipotong

h. Alat Brazing
       Digunakan untuk menyambung pipa atau menutup kebocoran. Pipa yang akan disambung biasanya dipanaskan di atas temperatur material pengisi tetapi masih di bawah titik leleh material pipa (antara 600 – 800 oC). Pemanasan dilakukan dengan semburan api obor hasil pembakaran bahan bakar dengan oksigen atau udara
Pipa kapiler dan Fungsinya
Pipa kapiler adalah suatu pipa pada mesin pendingin baik itu Air conditioner,kulkas dll. Pipa kapiler ini adalah pipa yang paling kecil jika di banding dengan pipa lainnya, untuk pipa kapiler suatu frezzer atau dispenser berukuran 0,26" s/d 0,31" sedangkan untuk pipa kapiler AC 1/2 s/d 2 pk adalah 0,5" s/d 0,7".

           Kerusakan pada pipa kapiler di mesin pendingin ini biasanya di sebabkan karena pipa kapiler ini mengalami kebuntuan akibat kotoran yang masuk dan juga oli. Gas Refrigerant yang keluar dari kompresor telah menjadi gas yang bertekanan kemudian mengalir melalu pipa-pipa kondensor (out door) dan melewati proses penyaringan yang biasa di sebut Drier strainer setelah itu baru menuju pipa kapiler. panjang pipa kapiler yang di butuhkan pada mesin pendingin ialah 80 - 100 cm.

          Penempatan pipa kapiler ini biasanya di gulung untuk menghemat tempat dengan menggunakan mal kapasitor bekas agar tidak penyek (di gulung melingkar). Pipa kapiler berfungsi sebagai alat untuk menurunkan tekanan, merubah bentuk dari gas menjadi bentuk cairan dan mengatur cairan refrigerant yang berasal dari pipa pipa kondensor. Sebelum gas refrigerant masuk melewati pipa kapiler terlebih dahulu harus melalui alat yang di sebut drien strainer yaitu saringan gas yang sudah terpasang dari pabrikan mesin pendingin. Fungsi dari drier stariner ialah menyaring dan menerap debu yang akan masuk ke ruang pipa kapiler dan ke jalur pipa yang menuju evaporator indoor. Pipa kapiler ini hukumnya WAJIB bukan SUNNAH bila pada saat pengggantian kompresor karena beberapa kali hasil survey bila tidak di ganti tetap akan mengalami kebuntuan kecuali anda mau melakukan pengerjaan FLUSHING dengan bantuan R11.





Kebocoran Refrigran Mesin Pendingin

Kebocoran refrigran yang terjadi pada mesin pendingin menyebabkan mesin pendingin tidak dingin lagi. Ciri-ciri mesin pendingin yang bocor diantaranya: keluarnya oli dari permukaan pipa yang dilalui refrigran, terdapat karat biasanya berwarna hijau pada pipa yang dilalui refrigran, terlihan gelembung ketika pipa diberi tekanan dan diraba dengan busa sabun. Berikut ini adalah cara untuk memperbaiki kebocoran mesin pendingin:
          Mencari sumber kebocoran dengan cara memisahkan semua komponen mesin pendingin (kompresor, kondensor, filter, expansi, evaporator, dan akumulator) kemudian untuk kondensor & evaporator pasang nepel/dop pada ujungnya (menggunakan las) kemudian ujung yang satunya ditutup/dibuntu (menggunakan las), setelah itu pasang selang manifold (alat pengukur tekanan) berwarna merah pada nepel/dop kemudia pasang selang kuning pada tabung refrigran (gunakan refrigran yang sama dengan aslinya mesin pendingin) kemudian tutup keran biru dan buka keran merah pada manifold & keran tabung refrigran sampai tekanan 100 psi sampai 300 ps, kemudian tutup keran merah pada manifold & keran tabung refrigran, setelah itu raba semua bagian dengan busa sabun/direndam dalam air seperti tambal ban sampai ketemu kebocorannya, setelah ketemu kebocorannya buang refrigran yang tersisa dalam kondensor & evaporator lalu tambal kebocoran dengan bahan yang sesuai dengan logam bahan dasar kondensor & evaporator. Dan untuk filter, expansi, dan akumulator sebaiknya diganti.
Setelah selesai penambalan buka ujung kondenror & evaporator menggunakan pemotong pipa lalu bersihkan kondensor & evaporator dengan cara memasukkan R-11 (berbentuk cair sehingga pada saat memasukkannya ke kondensor & evaporator tabung R-11 harus terbalik agar R-11 dapat mengalir) melalui manifold posisi sama seperti saat memberi tekanan, kemudian setelah R-11 dimasukkan kurang lebih 1 ons tutup keran tabung R-11 lalu lepas selang yang ada pada tabung R-11 ke tabung refrigran yang sama dengan aslinya, buka keran pada tabung refrigran sehingga R-11 keluar bersama uap air dan kotoran, lakukan berulang-ulang sampai bersih setelah itu sambung kembali semua bagian seperti awal, kemudia setelah terpasang dari bagian yang ada napel/dop (nepel/dop letaknya tergantung jenisnya) pasang selang biru manifold pada nepel/dop dan selang kuning pada mesin vakum, tutup keran merah dan buka keran biru kemudian hidupkan mesin vakum hingga jarum manifold menunjuk -30 psi kemudian tutup keran biru dan matikan mesin vakum, setelah itu pindah selang biru ke tabung refrigran yang sama dengan aslinya dan buka keran biru dan keran tabung hingga jarum menunjuk isi normal dari mesin pendingin kemudian hidupkan mesin pendingin dan lakukan hal tersebut sampai batas normal pengisian refrigran. Demikianlah cara memperbaiki kebocoran pada mesin pendingin.

Macam Sambungan Perpipaan :

Sambungan perpipaan dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Sambungan dengan menggunakan pengelasan
2. Sambungan dengan menggunakan ulir

       Selain sambungan seperti diatas terdapat pula penyambungan khusus dengan menggunakan pengeleman (perekatan) serta pengkleman (untuk pipa plsatik dan pipa vibre glass). Pada pengilangan umumnya pipa bertekanan rendah dan pipa dibawah 2" sajalah yg menggunakan sambungan ulir.

Tipe sambungan cabang:
Tipe sambungan cabang (branch connection)dapat dikelompokkan sbb:
1. Sambungan langsung (stub in)
2. Sambungan dengan menggunakan fittings (alat penyambung)
3. Sambungan dengan menggunakan flanges (flens-flens)
Tipe sambungan cabang dapat pula ditentukan pada spesifikasi yg telah dibuat sebelum mendesain atau dapat pula dihitung berdasarkan perhitungan kekuatan, kebutuhan, dengan tidak melupakan faktor efektifitasnya. Sambungan cabang itu sendiri merupakan sambungan antara pipa dengan pipa, misal sambungan antara header dengan cabang yg lain apakah memerlukan alat bantu penyambung lainnya atau dapat dihubungkan secara langsung, hal ini tergantung kebutuhan serta perhitungan kekuatan.

Diameter, Ketebalan, Schedule :
Spesifikasi umum dapat dilihat pada ASTM (American Society of Testing Materials).Dimana disitu diterangkan mengenai Diameter, Ketebalan serta schedule pipa. Diameter Luar (Outside Diameter), ditetapkan sama walaupun ketebalan (thickness)berbeda untuk tiap schedule. Diameter dalam (Inside Diameter), ditetapkan berbeda untuk setiap schedule. Diameter Nominal adalah diameter pipa yg dipilih untuk pemasangan ataupun perdagangan (commodity). Ketebalan dan schedule, sangatlah berhubungan, hal ini karena ketebalan pipa tergantung daripada schedule pipa itu sendiri.
Schedule pipa ini dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Schedule 5, 10 , 20, 30, 40, 60, 80, 100, 120, 160.
2. Schedule standard
3. Schedule Extra strong (XS)
4. Schedule double Extra Strong (XXS)
5. Schedule special
Perbedaan-perbedaan schedule ini dibuat guna :
1. Menahan internal pressure dari aliran
2. Kekuatan dari material itu sendiri (Strength of material)
3. Mengatasi karat
4. Mengatasi kegetasan pipa.
Untuk melihat ukuran diameter, ketebalan, dan schedule dapat dipelajari tabel-tabel
Alat-alat khusus: Alat-alat khusus dalam bab ini hanya membicarakan mengenai saringan (strainer) dan alat perangkap uap (steam Trap)
Saringan (strainer)
saringan (strainer) gunanya adalah sebagai alat penyaring kotoran baik yg berupa padat, cair atau gas. Alat penyaring ini digunakan pada jalur pipa guna menyaring kotoran pada aliran sehingga aliaran yg akan diproses atau hasil proses lebih baik mutunya.
Tipe-tipe alat penyaring ini dapat dibagi menjadi :
1. Tipe T. Tipe ini digunakan secara umum untuk memperluas ruang dan meredusir tekanan pada jalur pipa
2. Tipe Y
3. Tipe sementara
4. Tipe datar