Peralatan Pipa
·
Adapun peralatan pipa yang digunakan adalah :
a. Pemotong pipa
Digunakan untuk memotong pipa
agar potongan menjadi rata dan pipa tetap bulat serta tidak ada retakan, hal
ini penting diperhatikan agar pada saat pipa diflair atau diswage pipa tidak
mengalami pecah dan hasilnya baik.
b.
Pemotong pipa kapiler
Digunakan untuk memotong pipa
yang berukuran kecil seperti pipa kapiler. Hal ini ditujukan agar penampang
pipa yang kecil tetap bulat dan tidak tersumbat ketika dipotong
c.
Pembengkok pipa
Digunakan untuk melengkungkan
pipa tembaga agar penampang pipa pada belokan tidak berubah
d.
Alat untuk flaring dan swaging
Digunakan untuk menyambung pipa
dengan niple atau pipa lain dengan cara membesarkan ujung pipa.
e.
Tang Penusuk
Digunakan untuk melubangi pipa
berisi refrigeran dengan tujuan mengambil refrigeran. Tang ini dilengkapi
dengan jarum berlubang di dalam selubung karet, ketika dijepitkan ke pipa,
jarum akan melubangi pipa.
f.
Alat Pierching
Digunakan untuk membuat lubang pada pipa
sistem mesin pendingin sedemikian rupa sehingga refrigeran dalam sistem dapat
tersalur ke tabung penyimpanan
g.
Tang penjepit
Digunakan untuk menjepit pipa
berisi refrigeran sebelum pipa tersebut dipotong
h.
Alat Brazing
Digunakan untuk menyambung pipa
atau menutup kebocoran. Pipa yang akan disambung biasanya dipanaskan di atas
temperatur material pengisi tetapi masih di bawah titik leleh material pipa
(antara 600 – 800 oC). Pemanasan dilakukan dengan semburan api obor hasil
pembakaran bahan bakar dengan oksigen atau udara
Pipa
kapiler dan Fungsinya
Pipa kapiler adalah suatu pipa pada mesin
pendingin baik itu Air conditioner,kulkas dll. Pipa kapiler ini adalah pipa
yang paling kecil jika di banding dengan pipa lainnya, untuk pipa kapiler suatu
frezzer atau dispenser berukuran 0,26" s/d 0,31" sedangkan untuk pipa
kapiler AC 1/2 s/d 2 pk adalah 0,5" s/d 0,7".
Kerusakan pada pipa kapiler di
mesin pendingin ini biasanya di sebabkan karena pipa kapiler ini mengalami
kebuntuan akibat kotoran yang masuk dan juga oli. Gas Refrigerant yang keluar
dari kompresor telah menjadi gas yang bertekanan kemudian mengalir melalu
pipa-pipa kondensor (out door) dan melewati proses penyaringan yang biasa di sebut
Drier strainer setelah itu baru menuju pipa kapiler. panjang pipa kapiler yang
di butuhkan pada mesin pendingin ialah 80 - 100 cm.
Penempatan pipa kapiler ini
biasanya di gulung untuk menghemat tempat dengan menggunakan mal kapasitor
bekas agar tidak penyek (di gulung melingkar). Pipa kapiler berfungsi sebagai
alat untuk menurunkan tekanan, merubah bentuk dari gas menjadi bentuk cairan
dan mengatur cairan refrigerant yang berasal dari pipa pipa kondensor. Sebelum
gas refrigerant masuk melewati pipa kapiler terlebih dahulu harus melalui alat
yang di sebut drien strainer yaitu saringan gas yang sudah terpasang dari
pabrikan mesin pendingin. Fungsi dari drier stariner ialah menyaring dan
menerap debu yang akan masuk ke ruang pipa kapiler dan ke jalur pipa yang
menuju evaporator indoor. Pipa kapiler ini hukumnya WAJIB bukan SUNNAH bila
pada saat pengggantian kompresor karena beberapa kali hasil survey bila tidak
di ganti tetap akan mengalami kebuntuan kecuali anda mau melakukan pengerjaan
FLUSHING dengan bantuan R11.
Kebocoran refrigran yang terjadi
pada mesin pendingin menyebabkan mesin pendingin tidak dingin lagi. Ciri-ciri
mesin pendingin yang bocor diantaranya: keluarnya oli dari permukaan pipa yang
dilalui refrigran, terdapat karat biasanya berwarna hijau pada pipa yang
dilalui refrigran, terlihan gelembung ketika pipa diberi tekanan dan diraba
dengan busa sabun. Berikut ini adalah cara untuk memperbaiki kebocoran mesin
pendingin:
Mencari sumber kebocoran dengan
cara memisahkan semua komponen mesin pendingin (kompresor, kondensor, filter,
expansi, evaporator, dan akumulator) kemudian untuk kondensor & evaporator
pasang nepel/dop pada ujungnya (menggunakan las) kemudian ujung yang satunya
ditutup/dibuntu (menggunakan las), setelah itu pasang selang manifold (alat
pengukur tekanan) berwarna merah pada nepel/dop kemudia pasang selang kuning
pada tabung refrigran (gunakan refrigran yang sama dengan aslinya mesin
pendingin) kemudian tutup keran biru dan buka keran merah pada manifold &
keran tabung refrigran sampai tekanan 100 psi sampai 300 ps, kemudian tutup
keran merah pada manifold & keran tabung refrigran, setelah itu raba semua
bagian dengan busa sabun/direndam dalam air seperti tambal ban sampai ketemu
kebocorannya, setelah ketemu kebocorannya buang refrigran yang tersisa dalam
kondensor & evaporator lalu tambal kebocoran dengan bahan yang sesuai dengan
logam bahan dasar kondensor & evaporator. Dan untuk filter, expansi, dan
akumulator sebaiknya diganti.
Setelah selesai penambalan buka
ujung kondenror & evaporator menggunakan pemotong pipa lalu bersihkan
kondensor & evaporator dengan cara memasukkan R-11 (berbentuk cair sehingga
pada saat memasukkannya ke kondensor & evaporator tabung R-11 harus
terbalik agar R-11 dapat mengalir) melalui manifold posisi sama seperti saat
memberi tekanan, kemudian setelah R-11 dimasukkan kurang lebih 1 ons tutup
keran tabung R-11 lalu lepas selang yang ada pada tabung R-11 ke tabung
refrigran yang sama dengan aslinya, buka keran pada tabung refrigran sehingga
R-11 keluar bersama uap air dan kotoran, lakukan berulang-ulang sampai bersih
setelah itu sambung kembali semua bagian seperti awal, kemudia setelah
terpasang dari bagian yang ada napel/dop (nepel/dop letaknya tergantung
jenisnya) pasang selang biru manifold pada nepel/dop dan selang kuning pada
mesin vakum, tutup keran merah dan buka keran biru kemudian hidupkan mesin
vakum hingga jarum manifold menunjuk -30 psi kemudian tutup keran biru dan
matikan mesin vakum, setelah itu pindah selang biru ke tabung refrigran yang
sama dengan aslinya dan buka keran biru dan keran tabung hingga jarum menunjuk
isi normal dari mesin pendingin kemudian hidupkan mesin pendingin dan lakukan
hal tersebut sampai batas normal pengisian refrigran. Demikianlah cara
memperbaiki kebocoran pada mesin pendingin.
Macam Sambungan
Perpipaan :
Sambungan perpipaan dapat
dikelompokkan sebagai berikut :
1. Sambungan dengan menggunakan pengelasan
2. Sambungan dengan menggunakan ulir
Selain sambungan seperti diatas terdapat pula penyambungan khusus dengan
menggunakan pengeleman (perekatan) serta pengkleman (untuk pipa plsatik dan
pipa vibre glass). Pada pengilangan umumnya pipa bertekanan rendah dan pipa
dibawah 2" sajalah yg menggunakan sambungan ulir.
Tipe sambungan cabang:
Tipe sambungan cabang (branch
connection)dapat dikelompokkan sbb:
1. Sambungan langsung (stub in)
2. Sambungan dengan menggunakan fittings
(alat penyambung)
3. Sambungan dengan menggunakan flanges
(flens-flens)
Tipe sambungan cabang dapat pula ditentukan
pada spesifikasi yg telah dibuat sebelum mendesain atau dapat pula dihitung
berdasarkan perhitungan kekuatan, kebutuhan, dengan tidak melupakan faktor
efektifitasnya. Sambungan cabang itu sendiri merupakan sambungan antara pipa
dengan pipa, misal sambungan antara header dengan cabang yg lain apakah
memerlukan alat bantu penyambung lainnya atau dapat dihubungkan secara
langsung, hal ini tergantung kebutuhan serta perhitungan kekuatan.
Diameter, Ketebalan, Schedule :
Spesifikasi umum dapat dilihat pada ASTM
(American Society of Testing Materials).Dimana disitu diterangkan mengenai
Diameter, Ketebalan serta schedule pipa. Diameter Luar (Outside Diameter),
ditetapkan sama walaupun ketebalan (thickness)berbeda untuk tiap schedule.
Diameter dalam (Inside Diameter), ditetapkan berbeda untuk setiap schedule.
Diameter Nominal adalah diameter pipa yg dipilih untuk pemasangan ataupun
perdagangan (commodity). Ketebalan dan schedule, sangatlah berhubungan, hal ini
karena ketebalan pipa tergantung daripada schedule pipa itu sendiri.
Schedule pipa ini dapat dikelompokkan
sebagai berikut :
1. Schedule 5, 10 , 20, 30, 40, 60, 80,
100, 120, 160.
2. Schedule standard
3. Schedule Extra strong (XS)
4. Schedule double Extra Strong (XXS)
5. Schedule special
Perbedaan-perbedaan schedule ini dibuat
guna :
1. Menahan internal pressure dari aliran
2. Kekuatan dari material itu sendiri
(Strength of material)
3. Mengatasi karat
4. Mengatasi kegetasan pipa.
Untuk melihat ukuran diameter, ketebalan,
dan schedule dapat dipelajari tabel-tabel
Alat-alat khusus: Alat-alat khusus dalam
bab ini hanya membicarakan mengenai saringan (strainer) dan alat perangkap uap
(steam Trap)
Saringan (strainer)
saringan (strainer) gunanya adalah sebagai
alat penyaring kotoran baik yg berupa padat, cair atau gas. Alat penyaring ini
digunakan pada jalur pipa guna menyaring kotoran pada aliran sehingga aliaran
yg akan diproses atau hasil proses lebih baik mutunya.
Tipe-tipe alat penyaring ini dapat dibagi
menjadi :
1. Tipe T. Tipe ini digunakan secara umum
untuk memperluas ruang dan meredusir tekanan pada jalur pipa
2. Tipe Y
3. Tipe sementara
4. Tipe datar